Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘Diary’ Kategori

Madiun, 22 Arpil 2008
Malam gelap
mengguratkan senyum kepedihan
berjuta syair lagu yang terdendangkan
tak mampu menghapus coretan hitam dari wajah sang malam
Desir angin begitu menyayat
memberi luka baru meski yang lama beum juga kering
tetes darah yang mengalir
berirama begitu sendu
Raungan anjing jalanan
tentang orang-orang yang kelaparan
tidur berselimut mendung
beralaskan bumi yang becek tak terawat
Kepada siapa pertanyaan ini tertuju
menggumpal berat di muara kalbu
menangis [...]

Untuk mentranslate bahasa

Madiun, 17 April 2008
Berjuta waktu yang berlalu,
adalah mimpi untuk bisa memberi yang terbaik.
dan kau tersenyum begitu sederhana.
Bukan tak suka… dan aku melihat air mata haru di sudut mata.
kepalaku tak mampu tegak.
Sayang, adakah waktu yang indah bisa kuberikan padamu?
atau sekedar berbaris kata-kata yang bisa kuberikan padamu?
Sedangkan cinta bukanlah buaian indah penuh bunga
tapi pembicaraan hati tentang bagaimana [...]

Untuk mentranslate bahasa

Saat Terindah

Madiun, 2005
3 saat terindah dalam hidupku
4, jika yang terakhir benar
pertama, saat elang menggaris langit dengan kepak sayapnya
kedua, saat ulat merayap di bebatuan
ketiga, saat embun menetes di dedaunan
dan keempat jika ini benar..
saat aku bersamamu!

Untuk mentranslate bahasa

Dilema

Madiun, 11 April 2008
Desak hati adalah gerak tanpa wujud
yang membawa aku berlari menujumu
berurai air mata bersama do’a yang teruntai
mata tak lagi terbuka dengan leluasa
terganjal duka yang menganga terkuak
Dingin angin yang bertiup
tak ada suara yang menghiasi langit dini hari
yang ada hanya sedak hatimu karena aku
begitu menderu mengiris keping-keping jiwaku
aku hanya berani menarik selimut ke wajahku
sedangkan kamu [...]

Untuk mentranslate bahasa

Madiun, 2 April 2008
Aku adalah lelakimu..
yang berjuang meski tanpa senjata tanpa tameng
yang kubawa hanya cinta dan do’amu
ke medan laga penuh kerikil dan debu
Aku adalah lelakimu..
yang menerjang ombak dengan biduk kecil
meski tak selalu ikan ku bawa pulang
tapi senyummu mengembang di depan pintu
selalu membuatku rindu akan rumah kita
Aku adalah lelakimu..
yang menjadi pelita bagi malam-malammu
meski nyalanya bergoyang tertiup [...]

Untuk mentranslate bahasa

Luka

Madiun, 31 Maret 2008
Adalah kerikil penuh duri
yang membuat kita terluka
meski menangis tak lagi berairmata
karena hati kita yang berdarahg-darah
Sayang..
Jika saja semua bisa semudah yang ada dalam angan kita
mungkin tak perlu mebuat kau terluka
kepedihan demi kepedihan yang kau telan
bukanlah ingin dan niatku
karena bahagiamu adalah dambaku tiap saat
Sayang..
Ingatkah kau akan bijaksana pikir kita
bahwa tanpa luka, kita tak akan [...]

Untuk mentranslate bahasa

Bersandar Rindu

Purworejo, 23 Maret 2007
Dik, lihatlah titik hujan yang turun
dengan bising yang riuh rendah
beradu dengan genting rumah kita yang berlubang
dan tiang kayu yang rapuh…
Dik, lihatlah langit yang begitu gelap
tertutup awan berselambu
tak ada beda siang dan malam
menguaskan warna suram dalam hati kita
Dik, kenapa kau begitu takut?
kilat yang datang tak akan menyentuhmu
hanya ada aku yang selalu menggenggam jemarimu
meneguhkan [...]

Untuk mentranslate bahasa

Madiun, 14 Maret 2008, Subuh
Menangis… biar.
Meratap… berkobar.
Menyesal… tersadar.
Tuhan, sebenarnya aku malu menghadap-Mu
apa masih layak aku
sedang pakaianku adalah peluh dosa
wewangianku adalah amarah
pujianku adalah sumpah serapah
Saat sepi berselimut udara pagi,
kurindukan dekapan-Mu dalam hidupku
kuinginkan belaian-Mu di setiap hela nafasku
kudambakan sapa-Mu di setiap tidur panjangku
tapi Tuhan,
masih patutkah aku merindukan-Mu
masih patutkah aku menginginkan-Mu
masih patutkah aku mendambakan-Mu
Aku tersungkur, jatuh…
dalam keindahan-Mu
yang Kau [...]

Untuk mentranslate bahasa

Ruang Batin

Madiun, 12 Maret 2008 (dini hari)
Langit gelap kamar sempit
adalah ketakutanku pada kesendirian
pada saat jarak terbentang
dan waktu terayun lambat
Meski ruang adalah dimensi semu akal kita
tapi tak bersamamu sering tercipta fatamorgana
dalam ruang sempit yang pengap
kau tinggalkan siksamu bersamaku
Ruang yang ada begitu luas hanyalah batinku
namun begitu sesak selalu ketika kau menari-nari
kau tak akan lepas dari jiwaku
merepih mimpi, merintih [...]

Untuk mentranslate bahasa

Madiun, 10 Maret 2008
Aku terkurung dalam indah kerinduanku
terdengar nyanyian alam yang merintih sepi
merenda malam seakan tanpa ujung
mengganti peluh dengan tanpa kesuh
Pada nada-nadanya yang merdu kutitipkan rinduku
Tanpa pernah ingin berhenti aku memainkan iramaku
terbayang lembut senyummu,
hangat pelukmu..
Sayang…
Aku rindu padamu!

Untuk mentranslate bahasa

Tulisan yang Lebih Tua »