Tepi daun tak lagi berair,
ranting-ranting pun mulai mengering.
di dahannya aku berdiri.
mengurai asa bersama sepi.
Awan berarak membentangkan isi jiwaku
ada semburat hitam di pingirnya
angin membelai tak lagi indah
yang ada dingin merenggut paksa.
Aku menatap helai demi helai dedaunan
ingin aku memungut dan mendekapnya
kenapa rasa itu begitu menyiksa?
Bukankah cinta itu indah untuk kita?
tertunduk aku…
berdiriku goyah bukan karena badai
tapi ketika sapamu tak lagi ada
terakhir yang kau berikan padaku,
satu tanya yang tak mampu ku eja
“Menga kau cinta padaku?”