Dalam getar jiwa yang kudengar saat sepi
Ada namamu tergema
Begitu indah, hingga membuat lututku gemetar
Aku terduduk di sudut kamarku, tertunduk.
begitu kuat rindu ini menghunjam ulu hatiku.
Yang tersisa adalah penyesalan.
Penyesalan tentang waktu yang berlalu tanpa aku di sisimu.
Penyesalan tentang seringnya aku melupakanmu.
Seringnya aku menyakitimu.
Yang kudamba adalah pintu maafmu.
Begitu luas hatimu terhampar untukku.
Untuk cintaku.
Untuk rinduku.
Untuk kasih sayangku.
Dan untuk melupakan kesalahan-kesalahanku.
Dengan apa cantik, aku bisa membalas semua itu.
Sedangkan yang kupunya hanyalah sebentuk cinta.
Cinta yang kupunya begitu sederhana.
Tapi bahagia yang kubawa bersamanya.
bukan harta atau tahta, tapi sepenuh jiwa raga kuingin kau damai bersamaku.
bersahaja yang aku bisa.
menapaki gunung dan merenangi lautan.