Kuselipkan segala duka di sela reranting mawar
kutatap bola dilangit enggan berpijar
malas menembuskan sinarnya ke bumi
bercadar mendung disawang sepi
anganku kembara bersama angin
dalam resah berusaha hilangkan jarak
antara dirimu dan diriku
aku berdiri di pinggang bukit
meniti garis alit
pertemuan bumi dengan langit
sadar ada jarak antara di sana dengan di sini
entah berapa jauhnya
benarkah kita akan sanggup meraih satu titikdi cakrawala
berdiri di atas bukit
meniti di jalan jarum jam
sementara bernafas dalam-dalam
sadar ada jarak antara kini dengan nanti
entah berapa lamanya
benarkah kita sanggup menangkap satu detik di ujung waktu
matahariku
engkau tempat penangisanku
engkau muara hati dan jiwaku
halo werkudoroireng …
puisi-puisimu bagus-bagus banget , yakin deh bisa dibuat lebih panjang seperti cerpen. Puisi gak selalu pendek, aku suka banget dengan penuturanmu yang lugas dan mengena!