Ya, selamat tahun baru dulu sebelumnya!!!
Tahun baru, ketika semua hari harus kembali pada hitungan awal lagi. Padahal sebenarnya waktu dan hari tetep aja berjalan. Tapi kita sering terjebak pada persepsi bahwa waktu itu berputar, sehingga kita tanap menyadari juga terjebak pada rutinitas yang memutar pula. Tiap tahun baru tiba, bisa dibilang hampir tiap orang selalu mencoba membuat komitmen-komitmen diri yang [...]
Arsip untuk Desember, 2007
Meski Aku
Diposkan dalam Bebas, Cinta, Diary, Kawah Batin, Puisi Cinta, Unek-Unek, Label Bebas, Cinta, Diary, Kawah Batin, Puisi Cinta, Unek-Unek pada Desember 28, 2007 | Leave a Comment »
Meski aku sedang bersedih..
menangisi kehampaan
menangisi kekosongan
kukasihi dirimu seperti pualam
kuletakkan cinta dan asamaraku
ke dalam lubuk hatimu
meski aku..
menyandarkan hatiku pada dirimu
dan melekat erat
tak satu pisaupun sanggup memisahkan
kudambakan bahagiamu
dalam tiap nafas yang kau hembuskan
meski aku…
membiarkan diriku menjadi sandaranmu pula
jika itu kehendakmu
kubukakan celah di hatiku
agar kau bisa menyusup disana dengan suka cita
bukankah cinta adalah sebuah pemenuhan dari kekosongan yang mengawang?
sehingga menangis bukan lagi jawab
dari ketiadaan yang meratap
seumpama daun pisang yang melayu
tapi tetap memeluk batangnya
kubiarkan hatiku memeluk dirimu selamanya
Banjir Ngawi..
Diposkan dalam Bebas, Cinta, Diary, Kawah Batin, Unek-Unek, Label Banjir, Bebas, Cinta, Diary, Kawah Batin, Unek-Unek pada Desember 28, 2007 | 7 Komentar »
Tadi malam hujan mengguyur lagi sampai dini hari tadi. Untungnya Madiun gak lagi terkurung banjir meskipun masih ada sedikit daerah yang tergenang. Terlihat jelas begitu banyak penderitaan tersuguh di depan mata.
Yang mengejutkan adalah Ngawi. Kota dimana sungai Bengawan Madiun dan Bengawan Solo bertemu ini akhirnya benar-benar tertutp oleh air. Tidak hanya Mantingan dan beberapa daerah yang aku sebutkan di tulisanku sebelumnya, tapi sekarang hampir semua wilayah terendam air. Bahkan air sudah menggenangi pusat kota. Rumah Sakit Umum Daerah pun juga sudah mulai terendam air dan mengevakuasikan pasiennya.
Yang paling menyedihkan adalah masih banyak korban yang belum bisa dievakuasi ke [...]
10 hal yang aku tidak suka dari kamu
Diposkan dalam Bebas, Cinta, Diary, Kawah Batin, Unek-Unek, Label Bebas, Cinta, Diary, Kawah Batin, Like and Dislike, Unek-Unek pada Desember 27, 2007 | Leave a Comment »
1. Bohong. Jangan ya sayang, jangan sekalipun kau bohongi aku. Karena sekali kau bohong, maka akan menarikmu untuk berbohong lagi dan lagi.
2. Molor. Yah, meskipun sebenarnya jarang, tapi kalau kamu udah molor, bisa-bisa aku lumuten nungguin kamu.
3. Ngeles. Maksudnya, jika emang kamu ketahuan salah, ya udah akuin ajalah sayang. Gak perlu muter-muter masalah sampai njlimet. Toh, aku masih tetep sayang kamu kok.
4. Kamu kadang menilai aku belum dewasa. Atau aku yang sering mengira diriku udah dewasa, padahal belum??
5. Mengulangi kesalahan yang sama. Sayang, keledai aja gak mau kok terperosok [...]
10 hal yang aku suka dari kamu
Diposkan dalam Bebas, Cinta, Diary, Kawah Batin, Puisi Cinta, Unek-Unek, Label Bebas, Cinta, Diary, Kawah Batin, Like and Dislike, Unek-Unek pada Desember 27, 2007 | Leave a Comment »
1. Kamu penuh pengertian dan cinta kasih. Ini yang membuat aku merasa mendapat anugrah yang luar biasa dalam hidup ini.
2. Kamu orang yang sabar. Gila! Aku baru sekali ini bertemu dengan orang yang bisa sesabar kamu. Sesalah apapun aku, separah apapun kekuranganku, kamu selalu bisa bersabar padaku.
3. Kamu pinter masak. He he he sejurus dengan keahlianku yaitu mencicipi masakan. Apalagi didukung ama hobby ku yang suka wisata kuliner. (Semua kalimat digunakan [...]
Jazz, Jazz and Jazz
Diposkan dalam Bebas, Diary, Kawah Batin, Unek-Unek, Label beba, Diary, Jazz, Unek-Unek pada Desember 27, 2007 | 2 Komentar »
Gak tahu kenapa, tiba-tiba aku ingin bicara sedikit yang aku tahu tentang jazz. Mungkin lebih karena aku ingin berbagi aja. Kalau aku suka jazz, itu hanya kebetulan saja. Toh aku juga bukan penggemar jazz yang gila banget. Berikut sedikit tentang jazz:
Klasifikasi utama jazz:
Sebenarnya klasifikasi ini dibagi hanya berdasarkan bagaimana musik jazz itu dimainkan aja. Sedangkan artis-artinya sendir banyak juga yang [...]
Terjebak Banjir
Diposkan dalam Bebas, Diary, Kawah Batin, Unek-Unek, Label Banjir, Bebas, Diary, Kawah Batin, Perenungan, Unek-Unek pada Desember 26, 2007 | 2 Komentar »
Pagi-pagi aku sudah ada di terminal Jojga dengan harapan bisa segera pulang ke Madiun dan bisa ke kantor siangnya meskipun sebenarnya masih libur. Tapi karena beberapa hari sudah libur, kangen banget untuk bisa segera ketemu temen-temen yang ternyata juga sudah pada ngetem di kantor meskipun libur. Hujan yang sudah mengguyur bumi sejak sore sampai pagi [...]
Kenapa Kita?
Diposkan dalam Bebas, Cinta, Diary, Kawah Batin, Puisi Cinta, Unek-Unek, Label Banjir, Cinta, Diary, Kawah Batin, ombak, Puisi, Unek-Unek pada Desember 26, 2007 | Leave a Comment »
Sayangku..
pernahkah aku bilang bahwa sebenarnya langit malam ini mendung sekali?
bulan bercahaya hitam kelam ditelan si mulut raja gulita
yang tega membuang matahari dan bintang kejora
Sayang…
Pernahkah aku bilang padamu?
ada kesakitan dan kelaparan di seluruh negeri ini
selendang hitam di atas atap membuat ratapan berkepanjangan
Sayang…
Sekarang aku ingin bilang
diujung langit ada warna biru kita
adalah laut yang maha luas
dengan jutaan tetes bahagiaku darimu
(Puisi untuk Saudara-saudara kita yang tersapu ombak dan banjir)
Bila Saja…
Diposkan dalam Bebas, Cinta, Diary, Kawah Batin, Puisi Cinta, Unek-Unek, Label Diary, Kawah Batin, Puisi, Puisi Cinta, Unek-Unek pada Desember 14, 2007 | Leave a Comment »
Malam kian dingin dengan langitnya yang hitam
berkelip dalam pedih dan sakit
angin hangat dari timur tak mampu memulas rasa gelisah
yang turun ke dalam hati
bahkan ketika hari baru memberi janji
aku bergumul dengan mimpiku yang hilang
Kekasih..
Bila saja ada alat pemutar waktu
biar kubalik tahun, bulan dan hari
di mana kita berdua duduk di tepian telaga Sarangan
di remang malam bertabur bintang
dengan kelap-kelip cahaya lampu di kejauhan
Aku sungguh ingin bilang padamu
Bila saja aku boleh meminta
jangan pergi dulu sebelum kita bertemu lagi
seharusnya engkau menungguku
atau segera kau jemput aku
dan aku tak usah melewati hari-hari sendiri
melewati hujan, kilat dan geledek
Harum hujan menghantarkan wangi tubuhmu yang hangat
ke dalam mimpi dan birahiku
kulepas baju dari tubuhmu
ada desah lembut dari bibirmu
ada lonceng bertalu di dadaku
Dingin malam seperti setuju dengan rinduku
yang menggigit tepi hatiku
kuturunkan celanamu
kutelusuri liku tubuhmu
kuhampiri tiap lekukannya
kuusap leher dan bibirmu
ada jemari bertaut di udara
ada hati yang pasrah di antaranya
cuma ada tubuhmu yang tak berbalut di sana
amat jauh tetapi!
Pada Langit Malam
Diposkan dalam Bebas, Cinta, Diary, Kawah Batin, Puisi Cinta, Unek-Unek, Label Diary, Kawah Batin, Puisi, Puisi Cinta, Unek-Unek pada Desember 14, 2007 | Leave a Comment »
Kupandangi malam begitu gelap
Sisa hujan tadi sore
Kucari bayanganmu di sela-sela awan hitam
Gelapnya tak mampu menutup sinarmu
Malam sampai ke ujung
fajar hampir bangun
Kucari senyummu di garis batas cakrawala
Kumandang Kidung
Gaungnya sampai samudra
Kuingin dekapmu yang hangat
Meraba cahaya hayat
Biar bulan dingin
tak lagi mengembun
Mata jiwa penat
Biar kabur hanya sesat di rimba lebat
Engkaulah yang membuatku merana
hanya bisa mengenang
jalan-jalan di tepi telaga Sarangan
bayang-bayang cahaya rindu menyelinap
di antara serpih-serpih waktu yang nanar