Mereka yang dekat denganku tak tahu
bahwa kau lebih dekat denganku daripada mereka
Mereka yang bicara denganku tak tahu
bahwa hatiku penuh dengan kata-kata yang tak kau ucapkan
Mereka yang memenuhi jalanku tak tahu
bahwa aku tengah berjalan bersamamu saja
Mereka yang mencintaiku tak tahu
bahwa cinta mereka membawamu ke dalam hatiku
Ada sebuah tembok yang kuat di sekelilingku yang melindungiku
Dibangun dari kata-kata yang telah kau ucapkan padaku
Ada pedang-pedang di sekitarku agar aku senantiasa aman
Itulah kecupan-kecupan bibirmu
Di hadapanku terbentang tabir yang menjagaku dari bahya
Itulah bayangan lengan-lenganmu di antara aku dan bahaya itu
Semua harapan dalam benakku mengenal namamu
Dan hasrat-hasrat putih di hatiku
Mereka akrab denganmu
Jeritan tubuhku ingin bersatu
Itulah seruanku kepadamu
Darahku memompakan namamu untukku
Tak kenal henti tak kenal lelah
Namamu…..namamu
Adalah jemarimu dingin malam yang
menyentuh kulit tulangku
Angin dan sepi menjaga kantukku
Masih abadi kekosongan
Sebab angin tiada menghapu masa lampau,
duka dan kematian hidupku
Setelah mengembara jauh dari jiwa
Kembali aku pada keramaian
Ada suara membisikkan di telingaku :
Cinta itu masih ada
Malam ini aku bisa menggoreskan
baris-baris tersedih dalam hidupku
Menuliskan seperti “malam telah hancur
dan bintang-bintang biru berpendaran
di kejauhan”
Angin malam bertiup berputar-putar di langit
dan bernyanyi
Malam ini aku bisa menggoreskan
baris-baris tersedih dalam hidupku
Aku mencintaimu dan kau juga mencintaiku
Lewat malam-malam seperti inilah kupeluk dirimu
Kuciumi dirimu lagi dan lagi
di bawah langit tak bertepi
Kau mencintaiku dan aku juga mencintaimu
Malam ini aku bisa menggoreskan
baris-baris tersedih dalam hidupku
Berpikir bahwa aku tak memilikimu lagi
Merasakan bahwa aku telah kehilangan dirimu
Mendengarkan malam yang tak bertepi
Lebih tak bertepi lagi ketika tanpa dirimu
Dan syair jatuh kedalam jiwa
Laksana embun jatuh ke huma
Mengapa harus jadi masalah,
bila cinta tak lagi bisa menjagaku
dari kecemasan dan ketakutan
Malam telah hacur
dan kau tak lagi bersamaku
di kejauhan sesorang tengah bersenandung
di kejauhan jiwaku tak mengerti
bahwa aku telah kehilangan dirimu
[...] GURAT TERSEDIH DALAM HIDUPKU [...]