November 10, 2009 oleh werkudoroireng
Madiun, 22 Arpil 2008
Malam gelap
mengguratkan senyum kepedihan
berjuta syair lagu yang terdendangkan
tak mampu menghapus coretan hitam dari wajah sang malam
Desir angin begitu menyayat
memberi luka baru meski yang lama beum juga kering
tetes darah yang mengalir
berirama begitu sendu
Raungan anjing jalanan
tentang orang-orang yang kelaparan
tidur berselimut mendung
beralaskan bumi yang becek tak terawat
Kepada siapa pertanyaan ini tertuju
menggumpal berat di muara kalbu
menangis meronta melawan kekejaman hidup
yang datang terus tanpa henti
Cinta seakan tak pernah ada
apalagi romantisme gaya borjuis
yang ada adalah perjuangan melawan takdir
atau sekedar peluh keringat pelampias nafsu
Dan malam terus berjalan…
Ditulis dalam Bebas, Cinta, Diary, Kawah Batin, Puisi Cinta, Unek-Unek | Leave a Comment »
November 10, 2009 oleh werkudoroireng
Madiun, 17 April 2008
Berjuta waktu yang berlalu,
adalah mimpi untuk bisa memberi yang terbaik.
dan kau tersenyum begitu sederhana.
Bukan tak suka… dan aku melihat air mata haru di sudut mata.
kepalaku tak mampu tegak.
Sayang, adakah waktu yang indah bisa kuberikan padamu?
atau sekedar berbaris kata-kata yang bisa kuberikan padamu?
Sedangkan cinta bukanlah buaian indah penuh bunga
tapi pembicaraan hati tentang bagaimana kita “mengerti”
Mengerti apa yang aku pahami?
tentang kamu?
Tak akan pernah aku bisa mengerti tentang wanita.
Saat ini kau tersenyum begitu bahagia,
tapi sejenak lagi kau akan bermuram durja.
Dan kau bilang semua itu karena aku.
Aku yang tak mengerti kamu.
Ditulis dalam Bebas, Cinta, Diary, Kawah Batin, Puisi Cinta, Unek-Unek | Leave a Comment »
November 10, 2009 oleh werkudoroireng
Madiun, 2005
3 saat terindah dalam hidupku
4, jika yang terakhir benar
pertama, saat elang menggaris langit dengan kepak sayapnya
kedua, saat ulat merayap di bebatuan
ketiga, saat embun menetes di dedaunan
dan keempat jika ini benar..
saat aku bersamamu!
Ditulis dalam Bebas, Cinta, Diary, Kawah Batin, Puisi Cinta, Unek-Unek | Leave a Comment »
November 10, 2009 oleh werkudoroireng
Madiun, 11 April 2008
Desak hati adalah gerak tanpa wujud
yang membawa aku berlari menujumu
berurai air mata bersama do’a yang teruntai
mata tak lagi terbuka dengan leluasa
terganjal duka yang menganga terkuak
Dingin angin yang bertiup
tak ada suara yang menghiasi langit dini hari
yang ada hanya sedak hatimu karena aku
begitu menderu mengiris keping-keping jiwaku
aku hanya berani menarik selimut ke wajahku
sedangkan kamu menatapku begitu nanar…
Tulangku begitu ngilu..
tertusuk oleh kenyataan karena aku telah membohongimu
otak ku beku!
tak mampu mencari dalih-dalih rasional
mengapa aku membohongimu
sedangkan aku mencintaimu….!
Ditulis dalam Bebas, Cinta, Diary, Kawah Batin, Puisi Cinta, Unek-Unek | Leave a Comment »
November 10, 2009 oleh werkudoroireng
Madiun, 2 April 2008
Aku adalah lelakimu..
yang berjuang meski tanpa senjata tanpa tameng
yang kubawa hanya cinta dan do’amu
ke medan laga penuh kerikil dan debu
Aku adalah lelakimu..
yang menerjang ombak dengan biduk kecil
meski tak selalu ikan ku bawa pulang
tapi senyummu mengembang di depan pintu
selalu membuatku rindu akan rumah kita
Aku adalah lelakimu..
yang menjadi pelita bagi malam-malammu
meski nyalanya bergoyang tertiup angin
tapi terangnya tak pernah surut
membuat rumah kita tak pernah gelap
Aku adalah lelakimu..
yang tak pernah berhenti mencintaimu
meski kadang cinta tak selalu indah,
tapi kau selalu indah bagiku
mengisi tiap detik waktu yang berlalu
Aku adalah lelakimu..
yang meski berjalan tertatih memimpinmu
tak sekalipun kau ragu padaku
tak juga kau malu pada pincang kakiku
karena kau tahu, aku lelakimu!
Ditulis dalam Bebas, Cinta, Diary, Kawah Batin, Puisi Cinta, Unek-Unek | Leave a Comment »
November 10, 2009 oleh werkudoroireng
Madiun, 31 Maret 2008
Adalah kerikil penuh duri
yang membuat kita terluka
meski menangis tak lagi berairmata
karena hati kita yang berdarahg-darah
Sayang..
Jika saja semua bisa semudah yang ada dalam angan kita
mungkin tak perlu mebuat kau terluka
kepedihan demi kepedihan yang kau telan
bukanlah ingin dan niatku
karena bahagiamu adalah dambaku tiap saat
Sayang..
Ingatkah kau akan bijaksana pikir kita
bahwa tanpa luka, kita tak akan tahu manisnya suka
begitu berharganya saat-saat indah kita karena kita juga pernah terluka
meski kita pun tak ingin saling melukai
Sayang..
memang aku bukan pria yang sempurna,
tapi yakin dan percayalah..
bahwa aku selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu
dan aku tak pernah berjanji bahwa kita akan menjalani semua ini dengan mudah
tapi aku yakin kita akan bertahan selamanya
dengan tangan yang selalu bergandeng dan senyum yang selalu tersimpul
Sayang..
Mari kita tidur..
berharap besok bangun dengan matahari yang lebih cerah
dan awan tak lagi menghalangi sinarnya
tidurlah sayang..
dengan bisik kata di telingamu dariku
Aku cinta padamu…
Ditulis dalam Bebas, Cinta, Diary, Kawah Batin, Puisi Cinta, Unek-Unek | Leave a Comment »
November 10, 2009 oleh werkudoroireng
Purworejo, 23 Maret 2007
Dik, lihatlah titik hujan yang turun
dengan bising yang riuh rendah
beradu dengan genting rumah kita yang berlubang
dan tiang kayu yang rapuh…
Dik, lihatlah langit yang begitu gelap
tertutup awan berselambu
tak ada beda siang dan malam
menguaskan warna suram dalam hati kita
Dik, kenapa kau begitu takut?
kilat yang datang tak akan menyentuhmu
hanya ada aku yang selalu menggenggam jemarimu
meneguhkan hatimu dengan kidung rinduku
Dik, tersenyumlah…
karena hujan akan segera reda
dan hangat cinta berbaur dengan risau jiwaku
yang gemetar memandang wajahmu..
Dik, sambutlah aku
dengan pelukan dan hangat kecupan
kita berdua di ujung cerita
duduk bersanding di tepi gelombang
…
Ditulis dalam Bebas, Cinta, Diary, Kawah Batin, Puisi Cinta, Unek-Unek | Leave a Comment »
November 10, 2009 oleh werkudoroireng
Madiun, 14 Maret 2008, Subuh
Menangis… biar.
Meratap… berkobar.
Menyesal… tersadar.
Tuhan, sebenarnya aku malu menghadap-Mu
apa masih layak aku
sedang pakaianku adalah peluh dosa
wewangianku adalah amarah
pujianku adalah sumpah serapah
Saat sepi berselimut udara pagi,
kurindukan dekapan-Mu dalam hidupku
kuinginkan belaian-Mu di setiap hela nafasku
kudambakan sapa-Mu di setiap tidur panjangku
tapi Tuhan,
masih patutkah aku merindukan-Mu
masih patutkah aku menginginkan-Mu
masih patutkah aku mendambakan-Mu
Aku tersungkur, jatuh…
dalam keindahan-Mu
yang Kau tebar di jagad-Mu
yang Kau tunjukan nyata di hadapanku
yang Kau sisipkan dalam pejam mataku
yang Kau tiupkan di antara sadar dan tidak ku
Aku tersungkur di galaxy masyhur-Mu!
Ditulis dalam Bebas, Cinta, Diary, Kawah Batin, Puisi Cinta, Unek-Unek | Leave a Comment »
November 10, 2009 oleh werkudoroireng
Madiun, 12 Maret 2008 (dini hari)
Langit gelap kamar sempit
adalah ketakutanku pada kesendirian
pada saat jarak terbentang
dan waktu terayun lambat
Meski ruang adalah dimensi semu akal kita
tapi tak bersamamu sering tercipta fatamorgana
dalam ruang sempit yang pengap
kau tinggalkan siksamu bersamaku
Ruang yang ada begitu luas hanyalah batinku
namun begitu sesak selalu ketika kau menari-nari
kau tak akan lepas dari jiwaku
merepih mimpi, merintih sepi…
Aku begitu menginginkanmu malam ini!
Ditulis dalam Bebas, Cinta, Diary, Kawah Batin, Puisi Cinta, Unek-Unek | Leave a Comment »
November 10, 2009 oleh werkudoroireng
Madiun, 10 Maret 2008
Aku terkurung dalam indah kerinduanku
terdengar nyanyian alam yang merintih sepi
merenda malam seakan tanpa ujung
mengganti peluh dengan tanpa kesuh
Pada nada-nadanya yang merdu kutitipkan rinduku
Tanpa pernah ingin berhenti aku memainkan iramaku
terbayang lembut senyummu,
hangat pelukmu..
Sayang…
Aku rindu padamu!
Ditulis dalam Bebas, Cinta, Diary, Kawah Batin, Puisi Cinta, Unek-Unek | Leave a Comment »
Tulisan Sebelumnya »